1436H

Lengan dan Telapak Tangan

16.19.00

"Neng naha solat eta panangana katingal? (Neng kenapa solat tangannya kelihaan?)"

Banyak sekali yang tanya begitu sama saya. Solat itu syaratnya harus menutup aurat kan yah? Nah telapak tangan saya memang tidak tertutup hijab ketika solat, pun termasuk punggung telapak tangan juga dong yah. Ngerti kan punggung telapak tangan?! Emang telapak tangan bagian mana sih yang termasuk aurat?
Takut salah jawab kalau engga pake landasan dalil yang kuat, saya memastikan lagi tanya ke ustadz di kantor, sama teteh liqo, sama buku di musholla kantor, dan sama mbah Google of course. Apa sih yang ngga ada di Google? Semua ada di Google kan.

Kecuali jodoh deeeeng :p

Saya rangkum sedikit dari yang udah saya tanya dan cari di Si Mbah. Saya tulis yang pendapat mayoritas ulama, karena memang banyak perbedaan pendapat diantara ahli fiqih sehingga membingungkan kita mau pilih yang mana. Tapi kalau menurut saya sih perbedaan ini ngga usah jadi permasalahan, silahkan ambil pendapat yang mana selama ada dalil shahihnya dan tau landasannya. Jangan asal 'kata Pak Ustad harus gini', atau 'Ustadzah terkenal itu aja berlaku begitu'. Kita harus tahu dalilnya seperti apa.

Perintah menutup aurat untuk perempuan dijelaskan di Q.S An-Nur ayat 31,

وَقُلْ لِّلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ اَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ وَلَايُبْدِ يْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِ
 لَّامَاظَهَرَمِنهَا  
Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (aurat), kecuali yang (biasa) terlihat.

tapi di ayat itu engga dijelasin detail 'yang biasa terlihat' itu apa, penjelasannya ada di tafsir dan hadits. Dan memang ada beberapa perbedaan pendapat tentang aurat untuk perempuan ini. Saya sih ambil pendapat dari riwayat Ibnu Abbas ra yang dimaksud dengan 'yang biasa terlihat' itu adalah wajah dan telapak tangan. (Bisa dilihat di tafsir Ibnu Katsir, 6/45). Begitupun seperti yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah radhiallahu‘anha,

أَنَّ أَسْمَاءَ بِنْتَ أَبِي بَكْرٍ دَخَلَتْ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَيْهَا ثِيَابٌ رِقَاقٌ فَأَعْرَضَ عَنْهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلَّا هَذَا وَهَذَا وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ وَكَفَّيْهِ

Asma’ binti Abu Bakar menemui Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam dengan memakai pakaian yang tipis. Maka Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam pun berpaling darinya dan bersabda, “wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita itu jika sudah haidh (sudah baligh), tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali ini dan ini”, beliau menunjuk wajahnya dan kedua telapak tangannya. (HR. Abu Daud 4140)

Berdasarkan dalil ini jelas kan kalau batasan aurat perempuan adalah wajah dan telapak tangan. Sekarang permasalahannya adalah telapak tangan tuh termasuk punggung tangan juga ngga?

Yang dimaksud kedua telapak tangan pada dalil diatas itu kan كَفَّيْهِ  kata dasarnya dari al-kaffaini. Menurut ahli bahasa kalau itu diartiin telapak tangan ya kurang tepat, karena sebenarnya kalau dalam arti bahasa arabnya sendiri, al-kaffaini itu mencangkup semua bagian dari pergelangan tangan sampai ujung jari. Jadi al-kaffaini ya telapak tangan plus punggung telapaknya juga. Cuman ya memang sulit kalau di-bahasa indonesia-kan, belum ada istilahnya bahasa indonesianya sih. Atau saya yang gatau yah?!

Pendapat ini yang diambil oleh mayoritas ulama (Syafi'i, Hanafi, Maliki) karena wajah dan telapak tangan (termasuk punggung telapak) mempunyai banyak kepentingan yang harus ditampakan. Nah sampai di sini udah jelas kan yah kalau wajah dan telapak tangan (punggung telapaknya juga) bukan aurat, jadi memang boleh terbuka sekalipun sedang solat. Wallohua'lam bish-shawab.

Kadang kalau kita lagi pake baju lengan panjang, pakaian di bagian ujung lengan ada yang longgar. Jika pakaian di bagian ujung lengan ini (pergelangan tangan) longgar, gampang banget tersingkapnya. Kalau kita mengangkat tangan, si pakaian ini kadang turun jadi sebagian lengan kita terlihat. Atau karena saking longgarnya, dalam keadaan biasapun lengan kita bisa terlihat dari sela-sela yang longgar. Kalau udah gini, aurat kita ada kemungkinan terlihat dong yah sama yang bukan mahrom, terus gimana?

Bersyukurlah ada yang namanya manset!

Manset ini fungsinya untuk menutup lengan kita dari bahaya keliatan orang (ini persepsi saya sendiri sih :p). Lengan sampai pergelangan tangan kan aurat, tapi daerah ini tuh rawan banget tersingkap. Kalau tangan ke atas, lengan pakaian turun. Kalau gerak berlebihan, lengan pakaian ikutan gerak naik turun. Apalagi kalau lengan pakaiannya ngatung, malah ngga tertutup sekalian lengannya. Semua ini bisa disempurnakan salah satu caranya dengan pakai manset.

Tapi ada kan tuh yah ujung lengan pakaian yang pake karet? Walaupun ujung lengan pakaiannya mèrèpèt, nyepot, pageuh kaya gitu, mending tetep pake manset deh. Soalnya pengalaman saya sih, kaya gitu juga suka naik-naik ke atas si lengan pakaiannya teh. Kalo pake manset kan jadi bisa bebas se-maceuh apapun gerakan kita.


Manset tangan (kiri) dan manset baju (kanan)
 

Kalo kepanasan pake manset yang full kaos gitu, beli manset tangan aja. Banyak kok sekarang manset tangan di pasaran. Jadi manset ini cuma nutupin dari sikut sampai pergelangan tangan. Tuh kaya foto diatas.

Dikit-dikit yuk sempurnain hijab kamu, dimulai dari kaos kaki terus sekarang lengan deh :*

You Might Also Like

0 komentar